Tren Sepatu Heels untuk Pria yang Ingin Tampil Gaya

Siapa bilang heels ataupun sepatu berhak cuma bisa di pakai oleh perempuan? Terdengar sedikit aneh memang, namun faktanya trend heels untuk kalangan laki-laki ini telah ada semenjak abad ke-18. Dikutip dari Independent, Hari selasa (20/06/17), sekarang trend itu mulai disukai lagi oleh laki-laki dari beragam kalangan.

Beberapa selebritas ternama tampak berjalan santai dengan sepatu yang bertumit ini, seperti Harry Styles yang telah memasang sepatu bertumit pada video klip terbarunya, Russell Brand, Kanye West, Justin Bieber, bahkan Marco Rubio, mantan kandidat presiden Partai Republik, tampak pun juga menggunakan sepatu hak tinggi ini, ataupun yang di kenal dengan nama “Bootgate”.

Sama halnya dengan heels yang di gunakan oleh para perempuan faktanya sepatu berhak pada laki-laki pun juga bekerja untuk membuat kaki tampak lebih jenjang, dan juga badan tampak lebih tinggi. Dan juga tentunya heels di sini tak seperti stiletto yang adalah koleksi kebanyakan perempuan. Heels yang di maksud merupakan lebih berbentuk sepatu tertutup pendek, bertumit lebar dan juga kecil.

Konsumsi Brokoli Bantu Kendalikan Gula Darah

Dalam sebuah study baru yang di lakukan peneliti dari Universitas Lund, Swedia, mengkonsumsi brokoli faktanya di ketahui bisa menurunkan gula darah. Brokoli akhirnya di anggap bisa menolong para penderita penyakit Diabetes Melitus atai DM untuk dapat mengontrol gula darah mereka.

Setidaknya ada sekitar sebanyak 300 juta penderita DM tipe 2 di semua dunia. Sebesar 15 % dari total jumlah itu tak dapat mengaktifkan terapi metformin karena mempunyai resiko kerusakan ginjal.

Untuk mencari solusi yang lebih baik, maka para peneliti dari Universitas Lund mengindentifikasi dari sejumlah senyawa yang bisa melawan perubahan ekspresi gen akibat terkena penyakit itu. Salah 1 peneliti, Annika Axelsson, melaksanakan konstruksi gen secara khusus dari DM tipe 2.

Konstruksi ini di lakukan menurut dari 50 data hen yang ada. Lalu, data-data itu di gunakan untuk mencari senyawa yang mempunyai potensi untuk melawan penyakit itu. Salah 1 senyawa kimia yang paling menjanjikan melaksanakan itu merupakan sulforaphane, yang biasanya di temukan di sayuran.

Senyawa ini bisa menurunkan produksi gula darah dengan menumbuhkan sel-sel di liver. Selain itu, senyawa itu pun juga mengubah ekspresi gen di liver, lebih-lebih yang sudah mengalami kelainan akibat terkena penyakit DM tipe 2.

Dalam studinya, team peneliti membagikan ekstrak brokoli pada 97 pasien DM tipe 2 dalam jangka waktu selama kurang lebih 12 hari. Pemberian pada ekstrak brokoli ini pun di lakukan secara acak. Hasilnya, ada penurunan yang secara signifikan gula darah dari para responden.

”Hasil ini bisa dikembangkan secara lebih lengkap, lebih-lebih untuk melihat senyawa-senyawa yang secara klinis dapat di gunakan untuk penanggulangan penyakit ini,” tulis Annika seperti dilansir dari The Indian Express, Hari senin (19/6).

Tips Memilih Sepatu Anak

Membeli sepatu anak terkadang tak mudah. Tidak tidak biasa kekecilan bahkan kebesaran. Brand Manager Pumpkin Patch dan juga Wilio, Maria Resi Ndaruasri menjelaskan orangtua mesti mengukur kaki anak secara reguler.

Untuk anak di bawah 6 bulan ukur sepatu 2 bulan sekali. Sedangkan pada anak usia setahun, ukur kaki 3 bulan sekali. Anak di atas setahun, ukur kaki anak 3 ataupun 4 bulan sekali.

“Orangtua mesti rajin mengukur kaki anak,” jelasnya pada wartawan ketika pembukaan gerai ke-2 Wilio di Jakarta, belum lama ini.

Salah 1 tips membeli sepatu anak yang baik merupakan pilih sesuai ukuran kaki anak. Selain itu, pilihlah material seperti sol yang empuk. Ini supaya anak tak sakit ketika memakainya. Ketika membeli sepatu, lanjutnya, lihat juga kebutuhan anak. Apakah mencari sepatu untuk running, harian, soccer, futsal, ataupun untuk ke pesta.

“Olahraga dan juga hari sekolah biasa baiknya di sesuaikan sepatunya. Untuk futsal, untuk lari dan juga yang lain,” ujar dia.

Untuk model sepatu, dia menyarankan di sesuaikan dengan usia anak. Pada anak usia 1-7 tahun, pilih sepatu tanpa tali. Sedangkan usia 7 tahun keatas, dapat pilih sepatu dengan tali.

Tampil Klasik dan juga Elegan ketika Lebaran dengan Chandelier Earrings

WANITA mana yang tak doyan perhiasan? Aksesoris yang biasanya bertabur emas ataupun berlian itu dapat menambah cantik tampilan. Perhiasan pun juga dapat menunjukan strata seseorang. Salah 1 yang kini sedang banyak dikenakan perempuan modern yaitu Chandelier Earrings.

Cocok nggak, ya, pakai jenis anting yang seperti itu untuk lebaran? Jawabannya tak diragukan lagi. Pasti cocok! Apalagi padupadan Kamu tepat. Ada beberapa hal yang perlu Kamu perhatikan apabila hendak memasang anting jenis ini.

Yang pertama yaitu jangan biarkan rambut panjang Kamu menghalangi tiap detail Chandelier Earrings itu. dikutip dari Irish Times, anting yang panjangnya dapat hingga menyentuh pundak Kamu itu adalah statement style dari penampilan Kamu. Jadi, jangan biarkan rambut menghalangi indahnya Chandelier Earrings Kamu.

Lalu, yang perlu di perhatikan yaitu padupadan dengan warna busana Kamu. Usahakan jangan terlalu mencolok terkait warna. Ketika lebaran, biasanya warna putih mendominasi busana. Nah, Kamu dapat memasang Chandelier Earrings yang mempunyai mata diamond biru sapphire ataupun merah marun dengan basic color anting silver. Itu terpenting supaya tampilan Kamu tak terlalu terkesan mencolok.

Yang tidak kalah terpenting yaitu pilih jenis Chandelier Earrings yang tepat. Kini ini, anting itu telah tak lagi cuma menampilkan kesan mewah, namun pun juga dapat playfull. Lihat saja beberapa contoh Chandeliers Earrings era milenial. Beberapa dari anting ini bahkan bentuk nya ada yang seperti lilly terbalik ataupun ice cream earrings yang cute.

Tetapi, rasanya, untuk jenis Chandelier Earrings playfull itu kurang cocok Kamu kenakan untuk hari yang special. Jadi, sebaiknya kamu pilih yang memang sedikit berkelas dan juga yang penting jangan berlebihan ketika memakainya. Oh iya, sedikit tips pun juga, supaya tampilan Kamu semakin special, dapat, lho¸Kamu cuma memasang 1 anting saja. Jangan lupa, ikat kuat rambut di bagian telinga yang dipasangi anting supaya tak menggangu tampilan Chandelier Errings Kamu. Happy trying!

Normalkah Kalau Ketika Bangun Tidur Mulut Terasa Cukup Pahit?

Sebagian orang akan bisa terbangun dengan rasa yang segar hingga akan bersemangat untuk melaksanakan beragam aktivitas seharian. Tetapi, ada juga orang-orang yang terbangun dengan perasaan yang kurang bersemangat. Tidak cuma sebab badan tetap terasa pegal-pegal ataupun lelah, kadang kala hal ini dikarenakan oleh mulut yang pahit. Apakah hal ini normal adanya?

Ahli kesehatan mengatakan kalau ada cukup banyak penyebab dari mulut terasa pahit di pagi hari ketika bangun tidur. Menjadi contoh, kalau kita tertimpa pada masalah pada saluran gastrointestinal yang di picu oleh naiknya asam lambung ketika tidur, maka kita pun juga akan merasakan sensasi pahit di ketika bangun tidur.

Masalah kesehatan ini faktanya tak dapat disepelekan begitu saja sebab kalau di biarkan dapat berlanjut jadi masalah kesehatan yang lain seperti gigi berlubang, penyakit periodontal, sampai masalah pada gusi.

Tidak cuma dipicu oleh naiknya zat asam lambung, rasa pahit yang muncul ketika bangun tidur pun juga dapat dikarenakan oleh kondisi pikiran yang sedang tertimpa tertekan ataupun konsumsi obat-obatan tertentu.

Selain itu, para bunda hamil yang sedang mengalami morning sickness pun juga akan sering mengalami sensasi pahit tatkala bangun tidur di saat pagi hari. Beruntung, berdasarkan ahli kesehatan, bunda hamil tak perlu kawatir akan hal ini sebab wajar terjadi serta akan menghilang dengan sendirinya.

Untuk menahan datangnya sensasi pahit ketika bangun tidur, ahli kesehatan menyarankan kita untuk memperbaiki dengan rutinitas membersihkan gigi serta mulut. Tidak cuma itu, ada baiknya kita tidak lagi mengonsumsi makanan yang dapat memicu masalah asam lambung seperti gorengan ataupun makanan yang pedas.

Kalau perlu, konsumsilah buah-buahan yang menyehatkan serta kaya akan vitamin C dan mencukupi kebutuhan air minum hingga produksi air liur tak terganggu. Cuma saja, kalau masalah sensasi pahit ketika bangun tidur ini tetap saja muncul serta tampak semakin mengkhawatirkan, barulah kita dapat memeriksakan kondisi ini ke dokter supaya dapat mendapat penanganan medis yang tepat.

Orang yang Ngorok Pantang Nyetir Mobil Saat Mudik

Orang-orang yang mempunyai kebiasaan mengorok tak bisa berkendara ketika mudik. Bahkan, seorang dokter dapat disebut malapraktik kalau tetap memberi izin pasien yang menderita kondisi ini untuk mengendarai mobil dengan jarak jauh.

“Dokter mesti menahan SIM orang itu. Jika dokter tak menahannya, dokter sama saja malapraktik,” jelas Spesialis Tidur, dr Andreas Prasadja RPSGT ketika dihubungi Health Liputan6 pada Hari kamis (22/6/2017)

Mengorok ataupun mendengkur dapat terjadi sebab saluran napas terganggu akibat penyumbatan aliran udara di dalam hidung dan juga mulut. Tapi, Andreas menyesalkan, perilaku orang-orang yang tetap menganggap wajar kondisi ini sebab sering sekali terjadi pada banyak orang.

“Yang paling kita khawatirkan pada kondisi ini yakni jika dia ada henti napas ketika tidur. Henti napas ketika tidur ini tak terdeteksi oleh kasat mata,” jelas Andreas.

“Dan juga, kenapa orang yang doyan ngorok jangan dikasih buat menyetir sebab berbahaya? Sebab, diantara yang mengorok itu, napasnya bisa berhenti-berhenti hingga otaknya bangun-bangun terus tanpa sadar sampai membuat kelas tidurnya buruk,” jelas Andreas menambahkan.

Tidak cuma Andreas, team peneliti dari Detroit Amerika Serikat pun menyebutkan pendapat yang sama. Mereka bahkan berkata, mendengkur ataupun ngorok lebih berbahaya dari merokok. Kenapa?

Sebab, pendengkur mempunyai resiko lebih besar mengalami penebalan arteri karotis dibandingkan perokok, obesitas, ataupun bahkan yang mempunyai kadar kolesterol tinggi.

“Mesti di ingat pun juga bahwa berkendara dalam keadaan mengantuk yang lebih berbahaya dari pada mabuk. Oleh sebab itu, orang yang mendengkur ataupun mengorok, jangan dikasih untuk menyetir pas mudik, bahaya,” jelas Andreas menekankan