Cara Tepat Berargumen dengan Pasangan Menurut Pakar Jiwa

Perdebatan serta argumen ringan pasti pernah di lakukan pasangan yang menjalin hubungan. Supaya argumen itu tak merusak hubungan, ada cara tepat melakukannya, seperti di ungkap dalam penelitian terkini di Amerika Serikat.

Riset digagas oleh psikolog Berkeley Roberts Levenson dari Universitas California serta John Gottman, profesor psikologi dari the Universitas Washington. 2 ahli jiwa itu mempelajari hampir 100 pasangan menikah yang mana tinggal di Amerika Serikat selama lebih dari 14 tahun, termasuk dua puluh pasangan yang bercerai ketika study hampir berakhir.

Aturan penting yang mereka rekomendasikan termasuk menanggulangi ketidaksepakatan dengan cepat agar tak membuat ‘kapal hubungan’ menjadi oleng. Berdasarkan mereka, perdebatan sebaiknya lekas diselesaikan dari pada meledak setelah berjam-jam, berhari-hari, ataupun beberapa pekan dipendam.

Mereka menyarankan untuk segera berbicara bersama pasangan secara terbuka mengenai sesuatu yang dipertentangkan. Hal ini membutuhkan pengakuan bahwa kedua belah pihak ber tanggung jawab atas masalah itu serta sama-sama mau menanggung kesalahan yang mana mungkin terjadi.

Gottman serta Levenson pun juga mengamati bahwa pasangan yang bercerai cenderung berargumen dengan saling menuding serta menyerang karakter 1 sama lain. Komentar miring yang saling di lontarkan untuk menghentikan percakapan itu terkesan sepele namun sama sekali tak menolong serta cukup tak sensitif.

“Kalau Kamu berkata pada pasangan bahwa dia tak bersikap logis ataupun berkata sesuatu seperti ‘Kamu telah keluar jalur’, itu tak akan berhasil. Itu malah akan membuatnya marah,” kata Gottman.

Jangankan demikian, pasangan di sarankan untuk men-diskusikan topik dengan tenang serta bersedia untuk saling berusaha mendengarkan. Contohnya, menahan diri serta mengetahui argumen pasangan yakni hal terpenting baginya, kemudian saling terlibat positif dalam sebuah argumen, dikutip dari situs Business Insider.