Study: Flu Ketika Hamil Tingkatkan Resiko Lahirkan Anak Autis

Sebuah study baru mengingatkan menderita flu selama kehamilan bisa menambah resiko anak yang belum lahir menjadi autis. Periset menemukan ada bukti campuran kemungkinan antar influenza selama kehamilan dan juga resiko bahwa bayi bisa tertimpa autism.

Dikutip dari Mirror, Hari rabu (21/6) mereka tak menemukan bukti bahwa diagnosis laboratorium terhadap influenza yang di derita bunda selama kehamilan dikaitkan dengan resiko gangguan spektrum autisme (ASD) pada keturunannya. Namun mereka memang menemukan kecenderungan terhadap resiko pada bunda dengan diagnosis laboratorium influenza dan juga tanda-tanda penyakit parah.

Study yang dipublikasi di jurnal mSphere merupakan study pertama yang menilai resiko ASD menurut infeksi maternal influenza yang diverifikasi laboratorium, tak cuma data survey ataupun catatan medis. Para peneliti menganalisis kuisioner dan juga sampel darah dari 338 bunda dari anak-anak dengan autisme dan juga 348 dalam pengawasan. Kuisioner ini adalah bagian dari Study Kelahiran Autisme di Norwegia.

Sampel darah dikumpulkan dari bunda pada pertengahan kehamilan dan juga setelah kehamilan. Bunda pun juga melaporkan tanda-tanda flu dan juga flu selama kehamilan.

Test darah positif untuk infeksi influenza A ataupun influenza B yang lama tak dikaitkan dengan peningkatan resiko ASD. Namun saat peneliti menggabungkan laporan mengenai penyakit mirip influenza dengan hasik test darah, mereka menemukan peningkatan resiko ASD yang substansial meskipun tak signifikan secara statistik.

Sementara itu, kesalahan acak bisa bertanggung jawab atas temuan itu. Para periset mengingatkan supaya tak memberhentikannya secara langsung sebab besarnya asosiasi itu. Anak-anak yang lahir dari bunda dengan tanda-tanda flu yang diverifikasi laboratorium dan juga tanda-tanda yang sama hampir 2 kali lipat kemungkinan di diagnosis dengan autisme dibanding perempuan tanpa tanda-tanda flu.